Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Perempuan Tidak Boleh Stress Jika Ingin Cepat Hamil

Perempuan Tidak Boleh Stress Jika Ingin Cepat Hamil- Jika Anda sering mendengar bahwa perempuan yang ingin cepat hamil sebaiknya menghindari aktifitas yang berat dan stress, maka hal tersebut bukannya tanpa alasan. Ada cukup banyak alasan yang dapat menjelaskan mengapa perempuan yang ingin cepat hamil sebaiknya menghindari stress. Stress sangat mempengaruhi faktor psikologis dan juga kesehatan sekaligus kebugaran tubuh, sehingga resiko untuk sulit hamil atau gangguan infertilitas menjadi cukup tinggi.


1.     Ovulasi
Ovulasi atau masa subur perempuan yang aktifitasnya terlalu tinggi dan stress dapat berkurang secara bertahap bahkan bisa jadi berhenti, sehingga akan membuatnya sulit untuk hamil. Stress yang mempengaruhi kesuburan seorang perempuan biasanya adalah stress yang bersifat konstan. Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya perempuan harus menjaga agar aktifitasnya tidak terlalu padat dan mengurangi tingkat stressnya dengan cara berpikir lebih santai dan menikmati hidup.
hamil, tips agar cepat hamil,stress hamil, ingin hamil, sulit hamil
2.     Siklus Menstruasi
Gaya hidup dan stress secara langsung mempengaruhi siklus menstruasi seorang perempuan. Jika stress terjadi secara konstan, maka kondisi ini akan turut mempengaruhi tingkat kesuburan yang dimilikinya. Perlu diingat, siklus menstruasi yang sehat adalah salah satu indicator dari kemampuan perempuan untuk  bisa hamil.

3.     Hubungan antara pikiran dan badan
Berdasarkan penelitian oleh beberapa ahli, stress berlebihan dapat mempengaruhi otak secara langsung, sehingga berakibat produksi hormone kartisol meningkat dan dapat mengganggu kemampuan reproduksi.



Rabu, 14 November 2012

Melahirkan Melalui Operasi Cesar Memiliki Resiko Infeksi yang Lebih Tinggi

Melahirkan Melalui OperasiCesar Memiliki Resiko Infeksi yang Lebih Tinggi- Seiring berjalannya waktu, metode melahirkan dengan menggunakan operasi cesar semakin popular dan menjadi favorit. Melahirkan melalui persalinan normal seringkali menjadi momok bagi para perempuan karena takut dengan adanya rasa sakit dan kekawatiran terhadap kemungkinan yang lainnya. Padahal pada dasarnya, melahirkan melalui metode operasi cesar sebaiknya hanya dilakukan dengan alas an atau kondisi medis tertentu. Sedangkan untuk kondisi normal, melahirkan normal adalah pilihan yang terbaik karena resiko infeksi yang jauh lebih ringan daripada proses melahirkan dengan metode operasi cesar.

Sebuah penelitian oleh British Journal of Obstetrics & Gynaecology yang dilakukan baru- baru ini menunjukkan bahwa 1 dari 10 perempuan yang melahirkan melalui operasi cesar telah mengalami luka infeksi yang cukup serius. Sedangkan yang terjadi pada operasi lain serupa seperti histerektomi atau operasi angkat rahim justru hanya 6,6%. Infeksi yang terjadi akibat efek dari operasi cesar bukan hanya menambah masalah kesehatan yang cukup serius bagi sang ibu serta meningkatkan biaya perawatan rumah sakit yang cukup signifikan. Resiko infeksi pada metode melahirkan operasi cesar dapat bertambah tinggi jika pasien adalah penderita obesitas atau kelebihan berat badan dan berusia kurang dari 20 tahun. Riset ini merupakan hasil dari ditemukannya 400 infeksi dari sekitar 4.000 operasi cesar selama tahun 2009. Hasil dari penelitian tersebut detailnya adalah sebagai berikut :
operasi caesar, resiko operasi caesar·         7% dari perempuan yang mengalami infeksi perlu tinggal lebih lama di rumah sakit dan 5% nya membutuhkan operasi lanjutan.
·         Perempuan yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas memiliki resiko infeksi yang memburuk hingga 60%.
·         Perempuan berusia di bawah 20 tahun memiliki dua kali kemungkinan mengalami infeksi yang lebih buruk daripada perempuan berusia 25-30 tahun.

Dr. Elizabeth Sheridan, Head of Healthcare Associated Infection menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk melakukan operasi cesar tanpa alas an medis apapun harus menyadari besarnya resiko ini, terutama bila mereka kelebihan berat badan. Menurutnya, perempuan yang mengalami obesitas sebaiknya perlu mengoptimalkan teknik bedah daripada harus menggunakan metode operasi cesar.

Pernyataan dari BJOG Deputy Editor in Chief, John Trop juga menambahkan, “Dengan kenaikan jumlah perempuan yang memilih operasi cesar dan meningkatnya jumlah obesitas, maka masalah ini penting. Infeksi serius pasca bedah bisa mempengaruhi kualitas perempuan dan juga bayi yang baru dilahirkannya.


Jenis- jenis Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Meskipun banyak sekali jenis susu formula yang beredar di pasaran, untuk bayi, ASI adalah makanan yang terbaik. ASI sebaiknya diberikan kepada bayi berusia 0-6 bulan secara eksklusif ( tanpa makanan pendamping ) dan dianjurkan hingga bayi berusia dua tahun. Karena pentingnya ASI ini, maka pasca melahirkan, sebaiknya ibu mengonsumsi lebih banyak sayuran dan makanan bergizi, dapat pula ditunjang dengan jenis- jenis makanan yang dapat meningkatkan danmelancarkan produksi ASI

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI :


·         Biji Funegreek/ Kelabat
funegreek, makanan asi
Biji Funegreek atau kelabat dipercaya dapat merangsang hormon pertumbuhan payudara dan meningkatkan produksi ASI. Biji-bijian ini adalan sumber yang kaya akan zat besi, vitamin, kalsium dan mineral. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelabat merupakan stimulator potent untuk memproduksi ASI yang dapat meningkatkan ASI sebanyak 90 persen.

·         Bawang Putih
ASI, meningkatkan asi, produksi asi, makanan asi, bawang putihBerdasarkan sebuah penelitian yang dikutip dalam Journal of Pediatric Research, bawang putih terbukti ampuh dalam meningkatkan produksi ASI dan menambah nafsu makan pada bayi.

·         Kacang- Kacangan
Berbagai jenis kacang- kacangan, antara lain seperti almond dan mete adalah jenis makanan yang sangat baik untuk meningkatkan produksi ASI. Keduanya kaya akan protein, vitamin dan mineral yang terbukti ampuh meningkatkan laktasi.

·         Makanan Berserat
Jangan lupa konsumsi makanan berserat seperti sayuran hijau dan beberapa jenis sayuran merah. Beberapa jenis sayuran yang merupakan sumber serat sangat baik untuk meningkatkan produksi ASI ibu, seperti bayam, daun katuk, biji- bijian, ubi jalar dan sebagainya.

·         Pare & Labu Botol
pare, asi, penunjang asi, makanan asi
Kedua jenis sayuran ini merupakan jenis makanan yang sangat populer untuk meningkatkan produksi ASI. Keduanya dikenal dengan kandungannya yang kaya akan vitamin dan mineral yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI.


Sabtu, 24 September 2011

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Hamil

-->

Artikel yang pas banget nih buat temans- temans yang lagi punya istri, saudara atau kerabat yang sedang hamil atau mempersiapkan kehamilan. Kita yang hidup di era modern sering kali menganggap petuah orang tua yang memberi nasehat ini itu tentang makanan di masa kehamilan adalah kuno dan tidak masuk akal, ada baiknya memperhatikan fakta yang saya sajikan berikut ini. 

·         Daging Olahan dan Potensi Keguguran
Daging olahan seperti salami, sosis, turki dan deli diketahui mudah terpapar oleh Listeria Monocitogen, salah satu restrain bakteri yang menyebabkan listerosi pemicu keguguran, kematian bayi saat lahir dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

·         Minuman Bersoda, Beralkohol
Minum ber- alcohol sudah pasti musuh besar bagi kesehatan tubuh kita. Khususnya bagi ibu hamil, kandungan alcohol dapat mengambil oksigen pertumbuhan sel yang dapat mempengaruhi kecerdasan bayi yang bersifat permanen, alias tidak bisa diperbaiki.


·         Hati- hati Ikan Laut
Ikan laut cenderung mengandung multimerkuri tinggi yang dapat masuk ke otak dan system syaraf  calon bayi sehingga menggangu pertumbuhan janin. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh FDA ( Administrasi Obat dan Makanan AS  ), wanita hamil dan menyusui sebaiknya membatasi konsumsi tuna putih, yaitu cukup dalam batas aman 6 ons dari total batasan asupan makanan laut 12 ons per minggu. Selain ikan tuna, beberapa ikan laut yang juga harus dibatasi konsumsinya adalah patin, tenggiri, kakap laut, udang, salmon, ikan pedang, ikan hiu, ikan raja makarel dan bawal.
 
·         Hindari makanan mentah
Makanan yang mentah cenderung memiliki kandungan bakteri dan virus yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi kesehatan si janin. Selain itu makanan mentah juga biasanya kerap kali luput dari pencucian yang steril dan sehat. Khususnya daging merah dan unggas, tingkat kematangan harus diperhatikan secara lebih teliti.

·         Makanan Alergi dapat Menurun
Jika Anda atau keluarga mempunyai alergi terhadap udang, sebaiknya hindari makanan tersebut agar anak anda tidak terpengaruh terhadap resiko makanan beralergi. Menghindari makanan beralergi yang erat huibungannya dengan riwayat keluarga saat hamil dan menyusui cukup penting agar si anak tidak tertular.